Headlines News :

Menu :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Bimbingan Konseling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bimbingan Konseling. Tampilkan semua postingan

SMA dan MA Di Kabupaten Pemalang

SMA dan MA Di Kabupaten Pemalang


Setelah menyelesaikan pendidikan di SMP maka akan ada banyak pilihan yaitu bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi seperti ke SMA atau SMK.

Jika memilih melanjutkan ke SMA maka disana akan mendapatkan pelajaran yang tanpa ada spesifikasi untuk kerja tetapi apabila melanjutkan ke SMK maka akan mendapatkan keterampilan yang lulusannya bisa langsung ke perusahaan atau langsung bekerja.

Apapun pilihannya sama-sama baik, karena sudah menuntaskan wajib belajar 12 tahun.
Berikut adalah daftar nama SMA dan MA yang ada di Kabupaten Pemalang.

SMA Negeri di Kabupaten Pemalang
No Nama Sekolah Alamat
1
SMAN1 PEMALANG
JL. JEND. GATOT SUBROTO
2
SMAN1 PETARUKAN
JL. DESA SIRANGKANG
3
SMAN1 RANDUDONGKAL
JL. LAPANGAN OLAHRAGA
4
SMAN 1 MOGA
JL. CAMPING SIGHT BANYUMUDAL
5
SMAN 1 BANTARBOLANG
DESA KALIRUYUNG
6
SMAN 1 ULUJAMI
JL. AKASIA NO. 7 PAMUTIH
7
SMAN 2 PEMALANG
JL. JEND. SUDIRMAN NO. 14
8
SMAN 3 PEMALANG
JL. MOHTAR NO. 2
9
SMAN 1 BELIK
JL. RAYA DESA GUNUNGTIGA
10
SMAN 1 COMAL
JL. JEND. A. YANI NO. 77 COMAL


SMA dan MA Swasta di Kabupaten Pemalang
No Nama Sekolah Alamat
1
SMA NU TAMAN
JL. KOL SUGIONO TAMAN
2
SMA MUHAMMADIYAH 4 BELIK
JL. KH. 4 DAHLAN NO.50
3
SMA MUHAMMADIYAH 3
JL. JEND SUDIRMAN 12
4
SMA MUH. 2 PEMALANG
JL DR. CIPTO MANGUNKUSUMO
5
SMA MUH 1 PEMALANG
JL. MARLUSA
6
SMA HASYIM ASY`ARI
JL. DI PANJAITAN NO. 32
7
SMA DIPONEGORO
JL. PEMUDA PETARUKAN
8
SMA AL-FUDLOLA
JL. RAYA MOGA NO. 99
9
MAS WAHID HASYIM
Jl. Raden Saleh
10
MAS SALAFIYAH
Karang Tengah
11
MAS NURUL HUDA
Jl. H. Abd. Karim No. 10
12
MAS NURUL HIDAYAH
Jl. Cipinang Majalangu
13
MAS NASRULLAH
Jatirejo
14
MAS MAMBAUL MA`ARIF
Jl Raya Belik Moga KM 1
15
MAS AL MIZAN
Kalimas
16
MA PLUS AL – KHOIRIYAH PETARUKANJI. Poncowati
17
MA AT-TAWAAZUN WIDURI PEMALANG
JL. NURI 56 WIDURI PEMALANG
18
MA AT TAWAZUN
JL. DESA WIDURI
19
SMK Kesehatan Medika Farma Petarukan
Jl. Pemuda No. 46 Petarukan Pemalang
20
SMA SATYA PRAJA PETARUKAN
JL. RAYA DEPAN KORAMIL 03 PETARUKAN
21
SMA SATYA PRAJA
JL. DR. WAHIDIN SUDIRO H
22
SMA SANTO LUKAS PEMALANG
JL. PEMUDA NO. 28 PEMALANG
23
SMA PLUS AL MUAWANAH
JL. PROKLAMASI DESA KENDALDOYONG
24
SMA PGRI RANDUDONGKAL
JL. LAP OLAHRAGA
25
SMA PGRI 2 COMAL
JL. RAYA SIDOREJO. COMAL
26
SMA PGRI 1 TAMAN PEMALANG
JL. DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO
27
MAS Nurul Salam Bantarbolang
JL. Merdeka Wanarata, Bantarbolang, Pemalang

Jangan lupa baca juga Senam TAEOBO, Inovatif dan Menyenangkan

Pengaruh Media Televisi Dengan Perilaku Remaja

Pengaruh Media Televisi Dengan Perilaku Remaja



Media massa merupakan alat mediasi yang digunakan dalam komunikai massa. Media massa dapat dibedakan menjadi media massa cetak dan media massa elektronik.

Media massa terdiri radio, film, dan televisi. Kelebihan yang dimiliki oleh media televisi dalam menyebarkan informasi dan menghibur khalayak dibandingkan dengan media massa yang lain menjadi faktor penting alasan ketertarikan khalayak dalam menonton televisi.

Televisi menjadi sebuah media massa yang sangat dibutuhkan oleh khalayak dalam memenuhi kebutuhan mereka akan informasi, pengetahuan dan hiburan. Mereka mempresepsikan bahwa seluruh informasi yang mereka dapatkan dari televisi adalah selalu benar. Selain itu, mereka merasa dengan menonton televisi mereka dapat berkomunikasi dengan banyak orang dimana pun dalam waktu yang bersamaan. Sehingga mereka lebih senang menghabiskan waktu mereka untuk menonton televisi dibandingkan mereka membaca buku, koran atau media massa lainnya.

Ketergantungan terhadap televisi terjadi pada seluruh kalangan usia khususnya kalangan remaja. Ketertarikan remaja untuk menonton televisi didorong oleh faktor rasa keingintahuan yang kuat akan segala sesuatu hal yang baru bagi remaja di lingkungan sekitar mereka.

Hal ini merupakan bentuk perubahan psikologis pada remaja yang sedang dalam masa transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Selain itu, faktor lain yang juga mempengaruhi ketertarikan remaja untuk meninton televisi adalah lingkungan sosial disekelilingnya. Berhubungan dengan hal ini, Hurlock dalam Suharto (2006) dalam Valentine (2009) menjelaskan:

’Terdapat beberapa faktor (karakteristik remaja) yang mempengaruhi minat anak hingga remaja pada televisi yaitu: 
  1. prestasi akademik 
  2. penerimaan sosial. Semakin mereka menerima diterima secara sosial maka semakin berkurang perhatiannya pada televisi dan sebaliknya. Artinya ada keinginan remaja untuk memnfaatkan waktu luang yang dimiliki di luar waktu sekolah
  3. kepribadian.
          (Sumber: Valentine 2009)

Dengan keadaan masa remaja yang sedang dalam masa transisi tersebut juga mempengaruhi tingkat emosional yang masih labil dalam beradaptasi dengan perubahan. Keadaan emosi remaja yang masih labil tersebut maka mereka dengan mudah terpengaruh dengan faktor luar, salah satunya adalah pengaruh dari media elektronik.

Menurut Valentine (2009) pengaruh televisi terhadap remaja yakni:
  1. pengaruh pada sikap yaitu tokoh pada televisi biasanya digambarkan dengan berbagai stereotip.
  2. pengaruh pada perilaku yaitu keinginan anak untuk meniru. Dapat ditambahkan pengaruh pada pengetahuan remaja tersebut.

Berdasarkan dari beragam tujuan yang dimiliki oleh remaja yang sedang dalam masa transisi untuk memenuhi kebutuhan mereka akan informasi yang menjadi topik pembicaraan banyak orang dan untuk mengisi waktu luang mereka menjadi salah satu faktor yang memicu mereka untuk menonton televisi. Selain itu, tujuan remaja menonton televisi adalah untuk mencari hiburan.

Apapun alasannya sebaiknya Orang Tua ikut mendampingi anak-anaknya dalam menonton televisi dan mengawasi segala macam bentuk peniruan yang dilakukan oleh mereka.

Ref: http://lathiffida47.wordpress.com/2012/05/08/makalah-pengaruh-media-televisi-terhadap-perilaku-remaja/

Baca juga:Semangat Pengabdian

Kisah Motivasi


Kisah Motivasi Seekor Monyet


Seekor anak monyet bersiap-siap hendak melakukan perjalanan jauh. Ia merasa sudah bosan dengan hutan tempat hidupnya sekarang. Ia mendengar bahwa di bagian lain dunia ini ada tempat yang disebut "hutan" di mana ia berpikir akan mendapatkan tempat yang lebih "baik". "Aku akan mencari kehidupan yang lebih baik!" katanya. Orangtua si Monyet, meskipun bersedih, melepaskan kepergiannya. "Biarlah ia belajar untuk kehidupannya sendiri," kata sang Ayah kepada sang Ibu dengan bijak.

Maka pergilah si Anak Monyet itu mencari "hutan" yang ia gambarkan sebagai tempat hidup kau Monyet yang lebih baik. Sementara kedua orangtuanya tetap tinggal di hutan itu. Waktu terus berlalu, sampai suatu ketika, si Anak Monyet itu secara mengejutkan kembali ke orangtuanya. Tentu kedatangan anak semata wayang itu disambut gembira orangtuanya.

Sambil berpelukan, si Anak Monyet berkata, "Ayah, Ibu, aku tidak menemukan hutan seperti yang aku angan-angankan. Semua binatang yang aku temui selalu keheranan setiap aku menceritakan bahwa aku akan bergi ke sebuah tempat yang lebih baik bagi semua binatang yang bernama hutan." "Malah, mereka mentertawakanku." sambungnya sedih. Sang Ayah dan Ibu hanya tersenyum mendengarkan si Anak Monyet itu. "Sampai aku bertemu dengan Gajah yang bijaksana," lanjutnya, "Ia mengatakan bahwa sebenarnya apa yang aku cari dan sebut sebagai hutan itu adalah hutan yang kita tinggali ini!. Kamu sudah mendapatkan dan tinggal di m hutan itu!" Benar, anakku. Kadang-kadang kita memang berpikir tentang hal-hal yang
jauh, padahal apa yang dimaksud itu sebenarnya sudah ada di depan mata."

Kita semua adalah si Anak Monyet itu. Hal-hal sederhana, hal-hal ada di sekitar kita tidak kita perhatikan. Justru kita melihat hal yang "jauh-jauh" yang pada dasarnya sudah di depan mata. Kita gelisah dengan karir pekerjaan, kita gelisah dengan sekolah anak-anak, kita gelisah dengan segala rencana kehidupan kita. Padahal, yang pekerjaan kita sekarang adalah bagian dari karir kita. Padahal, anak-anak kita bersekolah sekarang adalah bagian dari proses pendidikan mereka dan hidup yang kita jalani adalah bagian dari rangkaian kehidupan kita ke masa yang akan datang.

Tanpa mengecilkan arti masa depan dan sesuatu yang lebih baik, ada baiknya apabila kita fokus dengan apa yang ada di depan mata, apa yang kita kerjakan sekarang, karena hal ini akan berpengaruh terhadap masa depan Anda. Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta." Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan.

Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, anakku." Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.  Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?" Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.

Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar- benar"hidup". Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting."

Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air mata. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu." Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?" Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangin ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."

Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialamin oleh orang lain. Orang akan melupakan apa yang kamu katakan... Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan... Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti. "Masa depan Anda, karir Anda, serta kehidupan Anda adalah yang Anda kerjakan hari ini."


Created: BK SMP N 2 Bantarbolang

Pengertian Dan Prinsip Belajar



A. Pengertian Belajar
Belajar adalah perubahan  tingkah laku (change in behavior),dari tidak tahu menjadi tahu,dari tidak terampil menjadi terampil,dari belum dapat melakukan sesuatu menjadi dapat melakukan sesuatu dan lain sebagainya.
Perubahan tersebut merupakan perubahan yang timbul karenaadanya pengalaman dan latihan. Jadi belajar bukanlah suatu hasil,akan tetapi merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan dalam rangka memenuhi kebutuhan menuntut ilmu. Proses belajar adalah mengalami,berbuat  mereaksi dan melampaui  (under going). 

B.  Prinsip Belajar
Landasan utama dalam mencapai keberhasilan belajar adalah kesiapan mental. Tanpa pesiapan mental, maka tidak akan dapat bertahan terhadap berbagai kesukaran (kesulitan) yang dihadapi selama belajar.
Setiap siswa hendaknya mempunyai minat yang besar terhadap semua mata diklat yang diterima di sekolah. Suka atau tidak suka semua mata diklat harus ditempuh. Sikap membenci mata diklat tidak ada manfaatnya,yang terbaik ialah mengambil sikap positif dengan berusaha menyukai semua mata diklat yang diajarkan

Dalam kegiatan belajar tidaklah selalu lancar seperti yang kita harapkan. Kadang kita juga mengalami hambatan-hambatan,baik yang datangnya dari dalam maupun dari luar diri kita. Hambatan-hambatan tersebut harus dapat kita hindari. Untuk itu kita perlu memahami hambatan-hambatan yang terjadi,antara lain:

Hambatan yang Berasal Dari Dalam Diri Kita                                          
Kesehatan yang kurang baik mengakibatkan tidak dapat  berkonsentrasi.
Fisik yang kurang sehat (penglihatan kabur,pendengaran  yang kurang,gagap dll).
Intelegensi yang kurang/rendah (kemampuan belajar yang rendah).
Kebiasaan buruk,malas.
Persepsi negatif (perasaan pesimis,rendah diri,tertekan, takut dan cemas).
Sikap yang negatif terhadap diri,lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
Kelelahan psikologis (kepenatan saraf) sebagai akibat ketegangan emosi (emosi yang tidak stabil)

Hambatan yang Berasal Dari Luar Diri Kita                   
Keadaan lingkungan yang kurang tenang, gadu, kacau dan kurang tertib.
Sarana dan prasarana yang kurang lengkap seperti, buku-buku, kertas, alat tulis dan alat-alat lainnya.
Meja tulis yang kurang bersih dan penuh dengan barang-barang yang tidak diperlukan.
Pengaruh teman yang kurang baik.
Keluarga,guru atau orang lain yang kurang memberi dorongan.

Dari keseluruhan hambatan di atas,menurut Stine hambatan yang paling mempengaruhi kecepatan dan kemudahan dalam belajar yaitu memprogram diri untuk mengalami stres dan kegagalan dengan berulang-ulang menyusun persepsi negatif yang salah dibenak kita, seperti: 

 A.  ”Belajar itu Membosankan”
Pernyataan ini merupakan penghambat nomor satu yang diletakkan dalam perjalanan belajar manusia. Jika ini terus-menerus dilakukan maka akan membuat perasaan gelisah dan sulit untuk memfokuskan perhatian.
Untuk itu buatlah program ’kebalikan’ dengan sebuah keyakinan yang kuat dan positif,yaitu membalikkan dan mengubah kalimat diatas menjadi ”Belajar itu menyenangkan, melibatkan dan sangat menarik”

B. ”Saya Bukan Pelajar yang Baik”
Program ulang keraguan dan perasaan negatif,sambil memperkuat pikiran bawah sadar akan kemampuan untuk sukses. Apabila perasaan negatif ini berulang-ulang dilakukan maka akan menjadi kenyataan. 
Oleh karena itu yakinlah kepada diri sendiri bahwa anda adalah pelajar yang baik,tentunya dengan mengubah kalimat yang ada di dalam pikiran menjadi ”Saya seorang pelajar yang hebat,selalu siap mempelajari banyak hal”

C. ”Saya tidak Dapat Belajar/tidak Dapat Memahami Subyek ini”
Sebenarnya kita dapat mempelajari semua hal, dengan memprogram saluran komunikasi mental yang dilibatkan dalam belajar untuk menerima informasi.

Hal ini dikarenakan,pikiran akan menerima apa yang berulang-ulang kita katakan sebagai fakta,dan apapun yang anda dengar atau baca tentang subyek itu akan diterima. Segera balikkan dan ubah kalimat diatas menjadi ”Saya mampu mempelajari/memahami semuanya,baik matematika,bahasa Inggris dan banyak lagi ilmu yang ada di dunia ini”

D. ”Saya tidak Akan Ingat Apa yang Saya Pelajari”
Ketika pernyataan diatas dikeluarkan terus menerus,maka akan terkirim perintah ”penghapusan” mental ke otak,yang menghapus bersih isi file-file mental secepat kita mengisinya.

Hentikan otak kita dari kalimat-kalimat yang merusak diri, dan gantikan dengan percakapan diri yang memperkuat kesadaran tentang betapa kuat kemampuan belajar kita yang diwariskan sejak lahir. Dengan mengubah pernyataan diatas menjadi ”Saya sudah belajar mengingat banyak hal penting, nama, fakta, tanggal. Saya dapat dan akan mengingat aspek penting ini”                                                                          

Modalitas belajar merupakan hal yang paling utama dalam pelaksanaan belajar,antara lain:

A. Menggunakan Otak Dengan maksimal            
Otak Kanan
Otak kanan berhubungan dengan hati (tersembunyi di bawah sadar),yang bertugas untuk memunculkan kreativitas (creativity),imajinasi (imagination) dan emosi (emotion). Penggunaan dari otak kanan lebih dominan hingga mencapai 80%.

Otak Kiri
Untuk otak kiri berhubungan dengan pikiran (terlihat dipermukaan). Adapun tugasnya berkenaan dengan menganalisis (analysis), logika (logic),kalkulasi/berhitung (calculation) dan meneliti (detail). Untuk penggunaannya hanya mencapai 20% 

B. Menggunakan Gaya Belajar                                                                                  
Penggunaan gaya belajar ini harus dimulai dengan menentukan  indera yang paling tepat untuk menjadi kekuatan diri dalam menunjang  proses belajar. Adapun macam-macam gaya belajar,antara lain: 

Gaya Belajar Visual
Gaya belajar dengan cara melihat,membayangkan dan memperhatikan (bersih,cantik,jelek,besar,jernih dll) 
Gaya Belajar Audio
Gaya belajar dengan cara mendengar (nada,irama,suasana heboh,suasana gaduh dll)
Gaya Belajar Kinesthetic
Gaya belajar dengan cara bergerak, merasa,menyentuh, menggengam, menangkap,menekan (dingin,kasar,tebal,tipis dll)

Belajar efektif dan efisien dapat tercapai apabila  menggunakan teknik belajar yang tepat. Banyak siswa yang mengalami kegagalan  atau tidak mencapai hasil yang baik dalam pelajarannya karena tidak mengetahui teknik belajar yang efektif dan efisien. 

Adapun teknik-teknik belajar efektif dan efisien, antara lain:                                                    
Dilakukan secara rutin (sesuai dengan jadwal yang telah dibuat) dan berkesinambungan.
Membaca secara keseluruhan,baru kemudian mempelajari bagian-bagiannya.
Membuat catatan penting (meringkas).
Menarik kesimpulan dan dilakukan (latihan) dengan penuh perhatian.
Pelaksanaan dengan waktu yang efektif, 4 X 2 lebih baik dari pada 2 X 4 (4 kali belajar a’ selama 2 jam,lebih baik hasilnya dari 2 kali belajar a’ selama 4 jam)
Mengulangi bahan pelajaran (sering diulang-ulang)
Konsentrasi dengan baik (konsentrasi dapat dilatih bukan bawaan/bakat) 
Melatih kecepatan membaca sekurang-kurangnya 200 perkataan dalam satu menit. Caranya dengan membaca lompatan mata tanpa mengucapkannya dengan menggerakkan bibir ataupun dalam hati,karena pengucapan itu memperlambat kecepatan.

SELAMAT MENCOBA TEKNIK INI YA...??

Ref: BK SMP N 2 Bantarbolang


Kepala Sekolah

Popular Posts

ALBUM

 
Support : Creating Website |
Copyright © 2011. SMP NEGERI 2 BANTARBOLANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mamas
Proudly powered by Blogger